Kopi

kopi-arabika

Kopi


Kopi adalah sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan dan ekstrasi biji tanaman kopi yang dikeringkan kemudian dihaluskan menjadi bubuk. Kata kopi sendiri awalnya berasal dari Bahasa Arab: قهوة‎ qahwah yang berarti kekuatan, karena pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan berenergi tinggi. Kata qahwah kembali mengalami perubahan menjadi kahveh yang berasal dari bahasa Turki dan kemudian berubah lagi menjadi koffie dalam bahasa Belanda. Penggunaan kata koffie segera diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata kopi yang dikenal saat ini.

Secara umum terdapat dua jenis biji kopi, yaitu Arabika (kualitas terbaik) dan Robusta.


Jenis Kopi Arabika

Kopi arabika merupakan tipe kopi tradisional dengan cita rasa terbaik. Sebagian besar kopi yang ada dibuat dengan menggunakan biji kopi jenis ini. Kopi ini berasal dari Etiopia dan sekarang telah dibudidayakan di berbagai belahan dunia, mulai dari Amerika Latin, Afrika Tengah, Afrika Timur, India, dan Indonesia. Secara umum, kopi ini tumbuh di negara-negara beriklim tropis atau subtropis. Kopi arabika tumbuh pada ketinggian 600–2000 m di atas permukaan laut. Tanaman ini dapat tumbuh hingga 3 meter bila kondisi lingkungannya baik. Suhu tumbuh optimalnya adalah 18-26 oC. Biji kopi yang dihasilkan berukuran cukup kecil dan berwarna hijau hingga merah gelap.

  • Memiliki karakter rasa yang cenderung asam
  • Lebih kaya rasa
  • Bentuk biji lonjong, gepeng, dan agak memanjang
  • Hanya dapat tumbuh di dataran lebih dari 700 meter diatas permukaan laut
  • Kandungan kafein lebih kecil, sekitar 0,8%-1,4%
  • Bentuk pohon lebih tinggi, bisa mencapai 3 meter
  • Lebih rentan terhadap serangan hama dan penyakit
  • Menguasai 60% pasar kopi dunia
  • Harga lebih mahal dibandingkan jenis kopi lain nya
  • Di Indonesia, kebanyakan kopi Arabika ditanam di Aceh, Sumatera Utara, Toraja, Flores, Papua
  • Pemberian level kopi arabika sampai ke Specialty Coffee
  • Lebih cocok sebagai kopi single origin

Jenis Kopi Robusta

Kopi robusta pertama kali ditemukan di Kongo pada tahun 1898. Kopi robusta dapat dikatakan sebagai kopi kelas 2, karena rasanya yang lebih pahit, sedikit asam, dan mengandung kafein dalam kadar yang jauh lebih banyak. Selain itu, cakupan daerah tumbuh kopi robusta lebih luas daripada kopi arabika yang harus ditumbuhkan pada ketinggian tertentu. Kopi robusta dapat ditumbuhkan dengan ketinggian 800 m di atas permuakaan laut. Selain itu, kopi jenis ini lebih resisten terhadap serangan hama dan penyakit. Hal ini menjadikan kopi robusta lebih murah. Kopi robusta banyak ditumbuhkan di Afrika Barat, Afrika Tengah, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan.

  • Memiliki karakter rasa yang cenderung pahit
  • Tidak memiliki banyak karakter rasa, umum nya kopi robusta memiliki karakter rasa lebih ke kacang-kacangan (nutty)
  • Bentuk biji bulat utuh, dan ukuran nya lebih kecil dari arabika (tergantung varietas biji)
  • Dapat tumbuh di dataran rendah antar 300-700 meter diatas permukaan laut
  • Kandungan kafein lebih tinggi, sekitar 2%
  • Bentuk pohon lebih pendek, sekitar 1-2 meter
  • Lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit
  • Menguasai 40% pasar kopi dunia
  • Harga lebih murah dibandingkan Arabika
  • Di Indonesia, kopi Robusta paling banyak dihasilkan di daerah Lampung dan Palembang
  • Pemberian level Kopi Robusta adalah Fine Robusta
  • Cocok sebagai base atau bahan dasar dari espresso atau coffee blend

Sumber


http://id.wikipedia.org/wiki/Kopi

http://www.specialtycoffee.co.id/kopi-arabika-dan-kopi-robusta/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s