Biaya Modal MNC dan Struktur Modal MNC

2012-02-27-02-46-02

BIAYA MODAL


Hanafi (2003:338) Biaya Modal ialah tingkat keuntungan minimal yang harus diperoleh oleh suatu investasi agar nilai perusahaan tidak turun. Istilah biaya modal sering digunakan yang dapat dipertukarkan dengan tingkat pengembalian yang diiginkan perusahaan, tingkat batas investasi baru, Tingkat diskonto untuk mengevaluasi suatu perusahaan baru, dan biaya peluang pendanaan perusahaan. Istilah apapun yang digunakan, konsep dasarnya sama. biaya modal merupakan tingkat yang harus didapat pada sebuah proyek investasi baru jika proyek tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan nilai investasi pemegang saham biasa. Biaya modal juga merupakan dasar yang sesuai untuk mengevaluasi kinerja periodic sebuah divisi bahkan seluruh perusahaan.

Keown (2010:4) mengatakan:

Biaya modal keseluruhan perusahaan mencerminkan kombinasi biaya dari seluruh sumber pendanaan yang digunakan perusahaan. Maka disebut biaya modal keseluruhan ini sebagai biaya modal rata-rata tertimbang (weighted average cost of capital) merupakan rata-rata biaya setelah pajak dari masing-masing sumber modal yang digunakan oleh perusahaan untuk mendanai suatu proyek. Bobot mereka mencerminkan proporsi dari total pendanaan yang digalang bagi masing-masing sumber.

Akibatnya, biaya modal rata-rata tertimbang merupakan tingkat pengembalian yang harus didapatkan perusahaan atas investasinya supaya dapat mengkompensasi kreditor maupun pemegang sahamnya menurut tingkat pengembalian yang mereka harapkan.

Rumusnya:

Kw=ws.ks + wd.kd + wp.kp

Menghitung Biaya Modal Individual
Biaya modal individual terdiri dari biaya modal hutang, biaya modal preferen, biaya modal atas ekuitas saham biasa.

1. Biaya modal hutang
Tingkat pengembalian yang diharapkan investor atas hutang merupakan pengembalian yang dituntut oleh kreditor ketika mereka meminjamkan uang kepada perusahaan.

2. Biaya modal saham preferen
Menentukan biaya saham preferen adalah sangat sederhana karena kesederhanaan arus kas yang dibayarkan kepada pemegang saham preferen.

Selain itu untuk menghitung biaya saham preferen kita harus menyesuaikan tingkat pengembalian yang diinginkan agar mencerminkan biaya-biaya pengambangan ini.

3. Biaya atas ekuitas saham biasa
Ekuitas saham biasa merupakan hal yang unik karena relative lebih sulit dihitung atau diestimasi dimana melibatkan opportunity cost investor yang tidak mudah diobservasi. Ada 2 pendekatan yang dapat dipakai untuk menaksir biaya modal saham biasa, yaitu:

1. Pendekatan pertumbuhan

Pendekatan ini berangkat dari analisa present value aliran kas perusahaan sebagai penentu nilai suatu saham. Jika aliran kas konstan setiap periode maka penilaian saham akan sama dengan penilaian saham preferen. Jika perusahaan menghasilkan kas yang semakin besar maka pemegang saham mempunyai hak untuk berpartisipasi menikmati kenaikan aliran kas tersebut

2. Pendekatan CAPM

Dimana dalam pendekatan ini mengansumsikan hubungan positif antara resiko sistematis dengan tingkat keuntungan yang disyaratkan. Model ini secara intuitif lebih menarik dari pada model sebelumnya karena secara eksplisit menghubungkan resiko dengan tingkat keuntungan yang disyaratkan.

Model CAPM juga bisa di interpretasikan sebagai tingkat keuntungan yang disyaratkan sebagai suatu asset adalah tingkat keuntungan bebas resiko plus premi resiko.

Tingkat Keuntungan Yang Disyaratkan Untuk Proyek Luar Negeri

1. CAPM untuk investasi luar negeri

CAPM mengatakan resiko sistematis adalah resiko yang relevan, yang perlu dihargai dalam penentuan tingkat keuntungan yang disyaratkan. Dari sudut pandang investasi total, investasi luar negeri cenderung mempunyai resiko yang lebih besar dibandingkan dengna investasi domestic, dimana investasi luar negeri melibatkan resiko politik dan resiko perubahan kurs yang tidak dijumpai dalam investasi domestik.

Tingkat ketergantungan investasi luar negeri dan dalam negeri terhadap factor bersama dunia akan menentukan diversivikasi bisa efektif mengurangi resiko tidak sistematis dimana derajat diversivikasi ditentukan oleh karakteristik permintaan produk. Dari hal diatas dapat diasumsikan bahwa diversifikasi oleh perusahaan multi nasional dalam melakukan investasi luar negeri, memberikan manfaat yang tidak bisa diperoleh oleh investor yang melakukan diversifikasi pada tingkat personal.

2. Menghitung beta

Beta atau resiko sistematis perusahaan dapat dihitung dengan menggunakan antara lain dengan market modal seperti berikut:

Jika mempunyai data historis, analisis regresi dapat digunakan dan kita akan dapat memperoleh koefisien regrewsi Bi yang kemudian menjadi indicator beta (resiko sistematis) perusahaan.

STRUKTUR MODAL


Struktur modal adalah campuran sumber-sunber jangka panjang yang digunakan perusahaan. Hubungan antara struktur keuangan dan modal dapat dinyatakan dalam persamaan:

struktur keuangan – passive lancer = struktur modal

Sasaran manajemen struktur modal adalah mencampur sumber dana permanen sedemikian rupa sehingga memaksimalkan harga saham biasa perusahaan atau sasaran ini bisa dipandang sebagai usaha mencari campuran dana yang meminimalkan biaya modal composite perusahaan. Kita bisa menyebut campuran sumber dana yang tepat sebagai struktur modal yang optimal.

Dalam stryuktur modal MNC jelas akan beda dengan struktur modal perusahaan domestic. Dimana keuntungannya perusahaan multinasional bisa memamnfaatkan utang yang lebih banyak sehingga bisa menurunkan biaya modal. Dalam perusahaan domestic kenaikan utang akan mempercepat kebangkrutan, sedangkan pada perusahaan multinasional kenaikan utang tidak akan secepat perusahaan domestic dalam menaikkan biaya kebangkrutan.

FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT UTANG YANG TINGGI


Faktor pendukung utang yang tinggi
Ketersediaan Modal : perusahaan multinasional mempunyai kases keuangan yang lebih besar ke pasar keuangan dunia. oleh karena itu, kesempatan mendapatkan dana akan lebih murah serta biaya modal akan lebih rendah dan nilai perusahaan akan menignkat

Pengurangan Resiko melalui Difersifikasi : dimana perusahaan multinasional beroperasi di beberapa Negara sekaligus. Kondisi perekonomian Negara yang dicakup oleh perusahaan tersebut cenderung mempunyai korelasai yang rendah, karena masing- masing mempunyai karakteristik yang unik. Dengan korelasi yang rendah tersebut wdapat memanfaatkan aliran kas untuk meningkatkan resiko dan return perusahaan. Selain itu, diversifikasi operasi dapat menurunkan fluktuasi di aliran kas

Ukuran : dimana perusahaan multinasional cenderung mempunyai ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan perusahaan domestic. Tanpa memperhitungkan internalisasi perusahaan hal tersebut merupakan keuntungan komparatif perusahaan multinasional. Dalam skala ekonomi operasi yang lebih efisien dapat diperoleh dengan mudah oleh perusahaan multinasional.

Asimetri Pajak : dimana perusahaan multinasional dapat memanfaatkan kebijakan pejak yang tidak seragam dimana tempat perusahaan beroperasi.

Faktor Pengahambat Utang
Resiko perubahan Kurs : yakni kondisi kurs yang selalu berfluktuasi dapat mempengaruhi perusahaan multinasional dalam melakukan aktivitasnya

Politik: perusahaan yang mempunyai cabang diluar negeri akan menghadapi resiko politik dinegara yang ditempati. Semakin besar asset yang ditanamkan dinegara tersebut maka semakin besar pula eksposur yang dihadapi oleh perusahaan tersebut. Resiko politik yang semakin tinggi akan tercermin dalam kenaikan biaya modal perusahaan multinasional tersebut.

Kompleksitas operasi: perusahaan multinasional mempunyai operasi yang kompleks. Kompleksitas operasi tersebut cenderung meningkatkan biaya dan juga meningkatkan biaya modal.

BIAYA MODAL ANTAR NEGARA


Biaya modal mungkin bervariasi antar negara, seperti:

1. MNC di beberapa negara mungkin memiliki keunggulan kompetitif dibanding lainnya;

2. MNC mungkin mampu menyesuaikan operasi internasionalnya dan sumber dana untuk memperbesar perbedaan; dan

3. MNC di beberapa negara mungkin memiliki struktur modal dengan lebih banyak hutang.

Biaya modal perusahaan utamanya ditentukan oleh:

1. Tingkat bunga bebas risiko sebelumnya dari mata uang yang dipinjam, dan

2. Risiko premium yang disyaratkan oleh kreditur.

Tingkat bunga bebas risiko ditentukan oleh interaksi penawaran dan permintaan dana. Mungkin bervariasi karena perbedaan hukum pajak, demografi, kebijakan moneter, dan kondisi ekonomi.

Risiko premium memberi kompensasi pada kreditur untuk risiko dimana peminjam tidak mampu membayar kewajibannya. Risiko premium mungkin bervariasi tergantung kondisi ekonomi yang berbeda, hubungan antara perusahaan dan kreditur, intervensi pemerintah, dan derajat financial leverage.

Walaupun biaya hutang mungkin bervariasi antar negara, terdapat korelasi positif antara tingkat biaya hutang negara dari waktu ke waktu. Biaya ekuitas negara mewakili biaya kesempatan apa yang pemegang saham dapat hasilkan melalui investasi dengan tingkat risiko sama jika dana modal sendiri didistribusikan ke tempat tersebut.

Return ekuitas dapat diukur dengan tingkat bunga bebas risiko ditambah dengan premium yang merefleksikan risiko perusahaan. Biaya ekuitas negara dapat juga diestimasi dengan menggunakan price/earning multiple pada aliran laba. Price/earnings multiple yang tinggi mengimplikasikan bahwa perusahaan menerima harga yang tinggi saat menjual saham baru untuk tingkat laba tertentu. Jadi, biaya pendanaan ekuitas, rendah. Biaya hutang dan ekuitas (modal sendiri) dapat dikombinasikan, menggunakan bobot yaitu proporsi relatif hutang dan ekuitas, untuk menurunkan biaya modal keseluruhan.

KEPUTUSAN STRUKTUR MODAL MNC


Seluruh struktur modal MNC secara esensial merupakan kombinasi struktur modal dari tubuh induk dan anak perusahaan.

Keputusan struktur modal melibatkan pilihan pendaan hutang vs ekuitas, dan dipengaruhi oleh karaktristik perusahaan dan karakteristik negara.

Karakteristik Perusahaan
1. Stabilitas aliran kas. MNC dengan aliran kas yang lebih stabil dapat menangani lebih banyak hutang.

2. Risiko Kredit. MNC yang memiliki risiko kredit kecil memiliki lebih banyak akses kredit.

3. Akses ke laba ditahan. MNC yang profitabel, dan MNC dengan pertumbuhan lambat mungkin dapat mendani sebagian besar investasinya dengan laba ditahan.

4. Jaminan hutang. Jika induk menjamin hutang anak perusahaan, anak perusahaan mungkin dapat meminjam lebih.

5. Masalah keagenan. Pemegang saham negara setempat mungkin memantau anak perusahaan, yang mungkin tidak berdasarkan perspektif induk perusahaan.

Karakteristik Negara
1. Pembatasan Saham. MNC di negara dimana investor memiliki lebih sedikit kesempatan investasi mungkin dapat meningkatkan ekuitas dengan biaya yang lebih rendah.

2. Tingkat Bunga. MNC mungkin dapat memperoleh dana pinjaman (hutang) dengan biaya rendah di beberapa negara.

3. Kekuatan Mata Uang. MNC cenderung meminjam dengan mata uang negara setempat jika mereka mengharapkan mata uang tersebut melemah, sehingga mengurangi keterbukaan mereka terhadap risiko nilai tukar.

4. Risiko Negara. Jika pemerintah negara setempat cenderung melakukan pemblokiran dana atau penyitaan aset, anak perusahaan mungkin lebih memilih pendanaan dengan hutang.

5. Hukum Pajak. MNC mungkin mengunakan lebih banyak pendanaan hutang lokal jika tingkat pajak lokal (tingkat pajak korporat) lebih tinggi.

Interaksi antara Keputusan Pendanaan Anak dan Induk Perusahaan
Peningkatan pendanaan hutang oleh anak perusahaan
1. Dana internal yang lebih besar mungkin tersedia bagi induk perusahaan

2. Kebutuhan pendanaan hutang oleh induk perusahaan mungkin dikurangi.

3. Komposisi pendanaan hutang yang telah disesuaikan mungkin mempengaruhi biaya bunga pada hutang seperti keterbukaan MNC pada risiko nilai tukar.

Pengurangan pendanaan hutang oleh anak perusahaan.
1. Dana internal yang lebih kecil mungkin tersedia bagi induk perusahaan

2. Kebutuhan pendanaan hutang oleh induk perusahaan mungkin ditingkatkan.

Interaksi antara Keputusan Pendanaan Anak dan Induk Perusahaan
1. Komposisi pendanaan hutang yang direvisi mungkin mempengaruhi biaya bunga pada hutang seperti halnya seluruh keterbukaan MNC terhadap risiko nilai tukar.

Sumber


Hanafi, M.M. 2003. Manajemen Keuangan Internasional. Edisi 2003/2004. Yogyakarta: BPFE

Keown, A.J.,dkk. 2005. Prinsip dan Penerapan Manajemen Keuangan. Terjemahan Permata Putri Media. 2010. Cetakan I. Jakarta: INDEKS

Madura. 2006. Keuangan Perusahaan Internasional. Edisi 8.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s